Curug Cigamea, Pesona Wisata Air Terjun di Kabupaten Bogor

0
492
views

Kenaikan Isa Al Masih, Saya masih di kabupaten Bogor. Tapi hari ini kita juga ikutan libur, karena tidak mungkin mengunjungi kantor desa. Mas Aulia dari PT Sucofindo ngajak kita jalan-jalan sekalian melihat potensi wisata wilayah sekitar. Masalahnya kami tidak ada yang tau tempat wisata terdekat di sekitar, sopir kami pun yang warga lokal juga tidak tau. Saat seperti ini teknologi yang bertugas menjadi warga lokal sekaligus penunjuk jalan. Google.

Seperti biasa berangkat dari base camp komplek perumahan PT Antam, Desa kalong liud kecamatan nanggung menuju  desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan kabupaten yang sama, Bogor. Lumayan jauh perjalannannya. Saya tidak tau jarak pastinya karena yang jadi co-driver mas Aulia.

Setelah menelusuri jalanan macet dan berkelok sampailah kami di pintu masuk Kawasan wisata gunung salak. Di pintu masuk ini kita dikenakan bea masuk 12.500/ orang. Rupanya di kawasan wisata ini banyak tempat-tempat wisata lain, tidak hanya curug cigamea. Masih banyak curug yang lain dan spot-spot foto zaman now. Kita ambil yang terdekat saja, curug cigamea. Setelah sampai di area parkir kami ditarik bea masuk lagi 10.000/ orang belum termasuk parkir. Ternyata yang di pintu masuk pertama tadi dikelola oleh taman nasional. Sedangkan curug cigamea ini setelah saya tanyakan dikelola oleh BUMDes setempat.

Saya sering menemukan tempat wisata yang begini, harus bayar berkali-kali. Bukan masalah mahalnya sih. Tapi kayak merasa dikibulin aja, perasaan saya sudah tidak enak. Pasti akan ada bayar membayar lagi ini ke depan.

Dari area parkir kami berjalan kurang lebih 1km menuju curug cigamea. Jalan setapak sudah cukup bagus, dilapisi rabat beton. Kanan kiri sudah ada pondok penginapan atau semacam villa. Bagi yang ingin terapi ikan disediakan juga kolam-kolam yang sepertinya dikelola perorangan. Sepanjang perjalanan saja saya temui setidaknya ada 3 kolam terapi ikan. Dan sepertinya harus membayar lagi.

Kolam Terapi Ikan

Setelah sampai di area air terjun saya sedikit kecewa. Karena tidak tersedia area untuk kita istirahat. Area yang seharusnya digunakan untuk itu digunakan untuk warung-warung kecil, yang jumlahnya banyak sekali. Toilet untuk ganti juga berbayar. Bahkan temen-temen sempat duduk depan warung dimarahin karena tidak pesan. Hahaha.

Dua Air Terjun Beda Karakter

Untuk mengobati rasa kecewa, saya dan mas Aulia memutuskan mandi saja. Curug cigamea memiliki dua macam air terjun yang mempunyai karakter yang berbeda, air terjun yang pertama terletak tidak jauh dari pintu masuk yang mempunyai karakter berupa dinding tebing yang curam dengan bebatuan yang didominasi oleh warna hitam .sedangkan air terjun ke dua terletak agak jauh dari pintu masuk yang berjarak sekitar 30 M dari air terjun yang pertama. Air terjun ke dua atau air terjun utama curug cigamea ini mempunyai ketinggian 50 meter dari dasar air terjun. kolam air terjun kedua ini bisa digunakan untuk berenang karena memiliki area yang luas tidak seperti di air terjun yang pertama dengan kolam yang sempit.

Puas Berenang Di Curug Cigamea

Lebih dari 1 jam saya berenang di air dingin curug cigamea ini. Hilang rasa kecewa saya. Kecewa itu juga hilang karena sudah tau kalau tempat wisata itu dikelola BUMDes. Setidaknya itu jadi Pendapatan Asli Desa setempat. Mestinya kawasan wisata seperti ini dibuat one ticket aja. Kalaupun tidak bisa dibuat one ticket diberi tau kalau tiap spot dikenakan baiaya lagi. Sok wangsul. enjing damel deui.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here