Berjalan Di Perut Bumi Mengandung Emas

Pengalaman Pertama Masuk Ke Dalam Tambang Emas

0
632
views
Dari Kiri Pak Revi, Pak Arya, Mba" Vika dan Saya

BOGOR, bombom.co,id – Ini ke dua kalinya saya ke Bogor. Pertama kali sebelum puasa kemarin, masih dengan pekerjaan yang sama. Sudah beberapa kali masuk ke area tambang emas pongkor milik PT, Aneka Tambang, Tapi baru hari ini kita boleh masuk ke dalam area penambangan. Ya, kedalam terowongan dimana batu-batu mengandung emas ditambang.

Sebelum-sebelumnya kami cuma sampai di area kantor administrasi pertambangan. Untuk masuk ke area ini tidak mudah, kita harus melewati pos keamanan yang dijaga ketat. Bukan hanya oleh satpam, tapi juga polisi. Setiap orang yang ingin masuk atau keluar harus melewati pos ini. Siapapun yang melewati pos ini harus turun dari mobil kecuali sopir. Setelah penumpang turun mobil akan diperiksa oleh pihak keamanan, sementara penumpang harus jalan kaki melewati pos penjagaan ini, tidak panjang memang, sekira 20 meteran. Kami, saya dan rombongan berjalan diatas karpet merah yang digelar sepanjang sisi pos penjagaan.

Terdapat pos resepsionis diujung, dijaga oleh mba’-mba’. Disitu perwakilan kami ditanyakan dari mana? Keperluannya apa? Perlu sama siapa? Sudah janjian apa belum? Dan menyetorkan identitas sebagai jaminan. Kami juga diberikan id card “visitor” menandakan kalau kami adalah tamu.

ID Card Visitor PT. Antam

Jika sebelum-sebelumnya kunjungan saya hanya mentok di kantor admin, hari ini agendanya adalah visitasi tambang. Harus sudah memberitahukan sebelumnya, saya sudah sampaikan kemarin bahwa hari ini kami akan masuk tambang jika diizinkan. Kemarin dirinci, berapa orang yang mau masuk tambang, namanya siapa saja. Hal itu berkaitan dengan safety induction istilah mereka. Saya sudah mendaftarkan nama-nama itu, Saya sendiri, Bos kami pak Revi, mas Helmi dan Mba” Vika.

Setelah diskusi sedikit di kantor admin kita dipersilahkan turun ke bagian produksi, bagian tambang. Jaraknya cukup jauh, harus naik mobil, sekitar 1Km dari kantor admin tadi. Dibawah sini ada kantor lagi, khusus bagian yang ngurusi pertambangan. Kami bertemu dengan bagian mining menyampaikan maksud kami. Pak Arya namanya, dia bilang oke, tapi kita safety induction dulu, pengarahan dulu terkait keselamatan dan keamanan untuk masuk ke area tambang.

Untuk melakukan safety induction kita dibawa ke dalam ruangan, ada monitor besar, deretan kursi yang terbuat dari bekas drum yang menghadap ke monitor besar itu. Lalu ada petugas yang menjelaskan sebelum memutarkan video yang harus kami tonton. Isinya petunjuk keselamatan seperti saat kita naik pesawat, didalam video itu diperagakan bagaimana menggunakan alat keselamatan, petunjuk jika terjadi hal darurat dan sebagainya. Tapi hanya diperagakan di video saja, tidak ada “pramugari” yang memperagakannya langsung.

Ruangan Safety Induction

Belum selesai sampai disitu saja, setelah video selesai diputar kami diminta mengisi identitas dan pernyataan di sebuah buku. Isinya identitas kami, keperluannya apa, lalu tanda tangan. Setelah selesai kami dibawa ke ruangan lain lagi untuk menggunakan wearpack, helm, head lamp, ear plug, safety belt dan sepatu boot.

Pernyataan Setelah Ikut Safety Induction

Persiapan selesai, saatnya masuk tambang. Kami ditemani oleh pak Arya, dan bawahannya, mereka pun sama. Menggunakan pakaian dengan perlengkapan keselamatan. Sebelum masuk saya harus menggantung id card “visitor” tadi di tempat yang sudah disediakan di depan pintu. Supaya orang diluar tambang tahu, masih ada orang atau tidak didalam terowongan. Antisipasi kami tersasar didalam. Kami masuk dari pintu, lobang, nomor 10. Banyak lobang tapi kami diarahkan masuk lewat nomor 10  karena itu area kerja kami. Lobangnya besar. Entah ukuran berapa pastinya, yang jelas muat mobil besar, seperti mobil double cabin. Kalau orang Amerika menyebutnya truck. Kami berjalan kaki, di sepanjang lorong itu terdapat pipa jaringan air, kabel untuk lampu penerangan dan sebagainya. Sambil melihat-lihat, pak Arya menjelaskan spot-spot yang harus kita kerjakan nanti.

ID Card ditempatkan disini sebelum masuk kedalam tambang

Didalam terowongan ini anginnya kencang, bukan seperti puting beliung, tapi lebih kencang dari angin sepoi-sepoi. Mereka menyebut itu adalah intake air untuk mengalirkan udara segar dari luar. Sejuk, lebih sejuk dari AC mobil yang kami naiki tadi. Saya kira akan kepanasan berjalan didalam perut bumi. Setelah berjalan sekira 200 meter kami ditunjukkan “kantin” penambang. Lebih tepatnya itu rest area bagi penambang, disitu ada bangunan semacam pos yang dibangun menjorok kedalam dari jalur terowongan. terdapat dispenser mungkin didalam juga ada kompor dan perlengkapan lain, namanya juga “kantin”.

Penampakan Terowongan dan Kantin

Kami melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi, disisi dinding terowongan itu diberikan penguat, supaya tidak longsor, terbuat dari balok kayu, terdapat kawat dan juga plat besi tebal. Di sepanjang perjalanan kami selalu diingatkan untuk tidak berpencar. Tertinggal 10 meter saja saya sudah dipanggil, ditunggu untuk bergabung lagi dalam rombongan.

Sudah agak jauh, sekira 500 meteran dari pintu masuk, kami sudah melewati percabangan-percabangan terowongan. Lalu kami ditawari untuk melihat lokasi yang mengekspose batu-batu dengan urat emas dan lokasi yang nantinya akan dijadikan ruangan theater nantinya. Kami mengiyakan tawaran tersebut, tapi pak Arya meminta kami untuk tidak terkejut dengan perubahan suhu jika kami menuju terowongan tersebut. Kami pun mengikutinya.

Setelah meninggalkan terowongan utama yang anginnya sejuk itu suhu lansung berubah, padahal baru sekitar  lima langkah saja, suhu terowongan menghangat. Kami semua merasakan itu, keheranan. Itu hal biasa katanya, karena udara yang masuk diarahkan ke terowongan utama, yang mereka sebut intake air itu. Nanti kalau sudah dibangun museum dibawah sini anginnya bisa dibelokkan supaya pengunjung tidak gerah, bisa asik nontonnya.

Selama perjalanan kami ditunjukkan lokasi-lokasi penting untuk museum nantinya. Urat emas itu jelas terlihat, seperti digambar di dinding batu. Katanya, itu bukan yang terbagus, hanya contoh saja. Ada bekas galian penambang liar juga yang menggali dari luar dan menembus  terowongan PT Antam, mereka menyebut penambang liar itu dengan sebutan gurandil.

Tidak tahan di terowongan yang hangat itu, kami sudah berkeringat, akhirnya kami dibawa ke terowongan utama lagi, yang sejuk itu. Yang lebih sejuk dari AC itu. Selesai sudah, kami kembali keluar ke pintu terowongan nomor 10 tempat kita masuk, nantinya pintu keluar akan dibuat tembus ke pintu terowongan nomor 11, Cuma belum dilakukan, karena saat ini tambang masih berproduksi.

Ini adalah kesempatan menarik, kesempatan langka untuk saya khususnya. Ini pertama kalinya untuk saya masuk langsung kedalam tambang, semoga bukan yang terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here