Kami Orang Madura Juga Berhak Membahagiakan Anakmu Bu..

0
606
views
Foto Ilustrasi (Hipwee)

Terlahir dari rahim seorang ibu suku manapun tentu bukan pilihan kita. Kita tidak pernah diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memilih ibu kita dari suku apa. Pun begitu masih saja ada orang yang mendiskreditkan beberapa suku, tak terkecuali orang Madura. Ketika seseorang menilai orang lain dari sukunya maka hilang parameter penilaian yang lain, tak peduli kamu lulusan apa, tak penting pekerjaanmu apa, bahkan kebaikanmu pun tak lagi bernilai.

Dalam hubungan asmarapun stereotipe tak dapat dielakkan, tak jarang meskipun sama-sama mencintai namun tak dapat bersatu hanya karena orang tuamu tidak setuju karena alasan calon yang kamu bawa berasal dari salah satu suku yang mereka anggap perilakunya buruk. Tidak usah bertanya “Masa Sih?” karena saya pun beberapa kali mengalaminya. Ia, saya ditolak hanya karena saya orang Madura.¬† Itulah alasan kenapa cowok Indonesia tidak bisa mengajak cewek menikah seperti pada drama Korea, dengan membawa cincin lalu berlutut didepanmu dan bilang “Maukah kau menjadi penyempurna imanku?” lebih tepatnya kami para cowok bukan tidak mampu seperti itu tapi budaya kita tidak mengizinkan kita begitu. Karena ketika kita berniat mempersunting pujaan hati ada beberapa prosesi yang harus kita lewati. Kami para cowok harus datang ke orang tua kalian kemudian ditanya pekerjaanya, asal darimana, (punya mobil berapa, rumah, yang ini berlebihan) dsb. Mengertilah.

Seandainya ada penelitian yang membahas tentang relationship yang tidak direstui karena alasan suku mungkin orang Madura lah yang paling banyak jadi victim. Entahlah ada yang berminat meneliti atau tidak.

Pak, Bu…berikan keleluasaan anakmu memilih orang yang ia yakini baik untuknya. Pak, Bu, dia loh sekolah sampai S2, sudah bekerja, dari keluarga baik-baik…toh tidak semua orang Madura suka poligami, tidak semua orang madura suka carok (kekerasan). Lihatlah Mbah Cholil, Mahfud MD, Zawawi Imron, Imam Nahrowi dsb. Mereka orang Madura

Mungkin kurang banyak contoh orang Madura yang baik yang kau sebutkan

Nak, yang kau sebutkan orang baik semua, tapi kok ibu belum yakin kalo calon yang kau bawa itu baik

Saya pun tidak memungkiri anggapan bahwa orang Madura itu kasar, logatnya keras dan sebagainya. Tapi bukankah semua orang dari suku manapun berpotensi untuk berlaku kasar? Hanya masih heran saja di zaman now masih berstigma seperti itu, mungkin bergaulnya kurang jauh, mainnya kurang lama, bahkan ngopinya jarang-jarang. Terlebih kalau yang berstigma macam itu adalah muslim, mungkin ngajinya belum sampe ke surat  Al-Hujarat Ayat 13

Bahwa kita dimuliakan bukan karena engkau orang bugis, jawa, dayak, bukan karena suku manapun, tapi karena ketakwaannya. Dan saya yakin orang yang bertakwa tak akan berlaku kasar apalagi menyakiti anakmu Bu, Pak.

Jadi tolong lah berhenti menilai calon menantumu dari asal sukunya. itu sakit pak, bu….masih banyak yang perlu kau nilai selain dari sukunya. Anakmu berhak bahagia dengan pilihannya, maka yang kau nilai baik dan bertanggung jawab restuilah…dan bukan dari sukunya pak, bu. (Victim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here