Yang Tertinggal Dari Gratisnya Suramadu

0
298
views
Photo : Fotografer Pribadi Presiden, Agus Suparto

Sabtu 27 Oktober 2018 Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo resmi menggratiskan jembatan terpanjang di Indonesia, Suramadu. Dari atas panggung truck trailer Jokowi mengumumkan langsung keputusan digratiskannya suramadu. Sebagai masyarakat Madura tentu kami senang, kami berterimakasih. Meskipun kami tidak tahu harus berterimakasih pada siapa. Apakah pada Universitas Trunojoyo Madura yang menggagas dan mengkaji tentang penggratisan suramadu, kepada Presiden yang telah mengeluarkan kepres penggratisan, atau pada Prabowo karena kebanyakan masyarakat Madura mendukung Prabowo di pilpres 2014 lalu sehingga Jokowi dapat meraup simpati masyarakat Madura di pilpres mendatang karena telah berkontribusi terhadap penggratisan jembatan tersebut.

Jauh sebelum digratiskan Oktober lalu Suramadu pernah digratiskan, juga oleh Presiden Jokowi saat itu, 13 Juni 2015. Tepatnya yang menjadi gratis adalah jalur sepeda motor. Sementara untuk golongan kendaraan lain hanya diturunkan tarifnya sampai dengan 50%. Untuk roda 4 golongan 1 yang sebelumnya harus membayar 30 ribu sekali jalan menjadi 15 ribu.

Gratis ini menjadi hal positif bagi percepatan pembangunan di Madura. Setidaknya itu harapan kajian akademik UTM, harapan kami juga, masyarakat Madura. Pun begitu masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang tertinggal pasca gratisnya jembatan Suramadu ini. Bahkan PR tersebut belum selesai sejak dioperasikannya Suramadu pada tahun 2009 lalu. Kini PR itu semakin berat.

Jauh sebelum ada suramadu, siapapun yang ingin ke Madura atau keluar dari pulau Madura harus melewati pelabuhan kamal untuk menyeberang ke pulau Jawa. Pasca suramadu dioperasikan. Jelas, kinerja dan pendapatan PT. ASDP sebagai operator kapal-kapal yang beroperasi di pelabuhan kamal-ujung menurun drastis. Mereka dulunya mengoperasikan 16 kapal RORO untuk melayani penyeberangan tersibuk di pulau Jawa itu. Saat ini sudah tersisa 3 kapal saja. Penumpangnya pun tidak pernah sepenuh dulu. Bukan cuma pendapatan PT ASDP saja yang menurun. Pedagang asongan, sopir angkutan umum pun sangat merasakan imbasnya.

Pelanggan yang masih bertahan menggunakan jasa kapal-kapal ini hanya sebatas orang-orang yang beraktifitas di sekitar pelabuhan saja. Seperti orang-orang kamal yang bekerja di Surabaya. Atau orang dari luar Madura yang beraktifitas di sekitar pelabuhan kamal. Dosen dan mahasiswa UTM misalnya, yang kalau lewat Suramadu mereka harus memutar jauh. Saat ini mereka juga ikut khawatir. Kelak kalau pelabuhan ini tidak lagi melayani penyeberangan mereka akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan cost yang lebih besar juga. Kekhawatiran lain adalah belum adanya trayek  angkutan umum yang spesifik melayani jalur-jalur aktifitas mereka.

Penutupan pelabuhan kamal-ujung sudah didepan mata. Meskipun memang belum ada keputusan resmi baik dari operator ataupun pemerintah. Beberapa hari ini pasca digratiskannya Suramadu beberapa kali kapal-kapal itu tidak beroperasi. Alasannya, KMP Gajah Mada, salah satu dari 3 kapal yang tersisa masuk jadwal docking di akhir tahun. Dan 1 kapal lagi dicarter.

Jokowi juga menyadari dampak terhadap pelabuhan itu. Menurutnya, setiap kebijakan pasti menimbulkan pro dan kontra. Dia menyerahkan urusan kapal penyeberangan kepada Gubernur Jatim Soekarwo.

“Biar Gubernur Pakde Karwo cari solusinya,” katanya di Jembatan Suramadu Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 27 Oktober 2018.

Sementara itu, dari sisi Madura, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron di sela peresmian penggratisan Suramadu beberapa waktu lalu mengaku tetap mengupayakan Pelabuhan Kamal ramai dikunjungi. Ra Latif, sapaan akrabnya, berkomitmen tetap menaruh perhatian terhadap nasib Pelabuhan Kamal, Bangkalan, yang sejak Jembatan Suramadu dioperasikan pada 10 Juni 2009 terbilang sepi.

“Soal Pelabuhan Kamal ini nanti kami akan duduk bersama pemangku kebijakan lain untuk membahas pengembangan ke depan, salah satunya destinasi wisata,”.

Itu baru segelintir pekerjaan rumah pasca suramadu gratis. Masih banyak lagi PR lain. Sebut saja menarik investor untuk berinvestasi di Madura. Investor tidak akan serta merta datang begitu saja hanya karena suramadu gratis. Perlu trigger yang lain, perlu tawaran-tawaran menarik bagi investor baik dari pemerintah dalam hal proses perijinan. Perlu juga jaminan kondusifitas keamanan dari lingkungan dan masyarakat.

Banyak dan lama sudah harapan-harapan masyarakat Madura sejak suramadu itu berdiri yang belum terwujud sampai saat ini. Sambil lalu menunggu harapan itu terwujud sudah selayaknya bagi masyarakat Madura mempersiapkan diri supaya kelak tidak hanya menjadi penonton perkembangan pulau garam ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here