Waru Barat Menuju Smart Village

0
290
views

Senin 26 November kemarin saya ngampus seperti biasanya setelah beberapa hari sebelumnya bertugas ke luar kota, ke Semarang dan Jember secara beruntun. Rencananya hari itu masuk beberapa kelas kuliah dan menyelesaikan laporan kegiatan ke Jember hari sebelumnya.

Tapi apa daya, saya ditelpon Dekan, beliau meminta saya untuk ikut serta dalam kunjungan ke Kabupaten Pamekasan hari itu juga. Padahal selasa besok saya harus ke Mojokerto menemani teman-teman kunjungan ke Yaqult. Tugas dari pak Dekan ini tidak bisa diwakilkan. Alasannya, saya yang pernah bergelut dengan pemerintahan desa, BUMDes dan sebagainya diprofesi saya sebelumnya. Dan satu alasan lagi, saya bisa sekalian jadi sopir. Sebenarnya itu alasan utamanya.

Sore itu berangkat, menginap di Pamekasan kota dan pagi-pagi bergerak ke arah utara pulau Madura. Tepatnya Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Tujuannya penandatanganan MoU, dan berbincang santai tentang smart village. Saya tidak sendiri, saya hanya menemani Bapak Wahyudi Agustiono yang lulusan Jepang dan Australia, juga bersama Bapak Yusuf yang Doktor Filosofi lulusan UK, dan bapak Yazid Wakil Dekan bidang administrasi dan sapras yang lulusan Taiwan.

Kami disambut langsung kepala desa dan beberapa staffnya. Abdus Salam Ramli nama kepala desanya. Sudah viral, sudah beberapa kali ditulis media lokal maupun nasional tentang keberhasilannya membuat desanya menjadi desa digital. Pasca bapak Wahyudi Agustiono memaparkan tentang desa pintar dan beberapa sesi pertanyaan, kami diajak ke ruangan khusus kepala desa.

Ruangannya tidak besar, terdapat pendingin udara, tampak beberapa sertifikat penghargaan yang diperoleh mas Abdus Salam sebagai kepala desa dibingkai di dindingnya. Ruangan itu terlihat jelas digunakan untuk bekerja. Tidak seperti ruangam kepala desa kebanyakan yang minim jejak ditempati.

Di ruangan kepala desa itu kami dijamu makan siang, sambil berbincang tentang smart village dan beberapa cerita perjalanan mas Abdus Salam, saya memanggilnya mas karena dia masih muda, masih 28 tahun. Tidak jauh dengan usia saya.

Mas Abdus Salam punya visi yang jelas untuk desa tercintanya. Sebelum ia purna Desa Waru Barat harus menjadi desa mandiri. Saat dia menjabat kepala desa, indeks desa membangun masih desa tertinggal, saat ini sudah desa maju. Selangkah lagi menjadi desa mandiri. Hal itu harus terwujud 2021. Itu masa jabatannya akan berakhir.

Untuk visinya itu, pria humoris ini berharap besar dukungan dari semua pihak, tidak terkecuali kami dari kalangan akademisi. Bahkan beliau siap menampung mahasiswa yang ingin penelitian di desanya dan akan ditanggung akomodasi selama penelitian disana. Demi memberikan pelayanan yang mudah dan cepat pada warganya dan mendorong percepatan Waru Barat menjadi desa mandiri.

Sudah 3 tahun mas Abdus Salam memimpin Desa Waru Barat, pengakuannya tidak pernah mengambil uang gajinya. Gajinya diberikan pada staff-staffnya, tidak pernah mengambil hasil tanah bengkok atau tanah percatonnya. Hasil panen tanah itu diberikan pada anak yatim, warga miskin atau disumbangkan ke Masjid. “Aset saya banyak pak, 15 milyar saat ini. Saya tidak butuh gaji saya itu” ujarnya pada kami.

Sebagai kepala desa, saya akui beliau visioner. Punya tujuan jelas untuk desa dan masyarakatnya. Dia juga tau langkah-langkah yang harus ditempuh. Beliau memulai dari sisi pelayanan. Pelayanan surat menyurat sudah bisa diajukan online, tinggal tanda tangan dan stempel. Bahkan lebih jauh dari itu mas Abdus Salam sudah mendaftarkan tanda tangannya untuk menjadi digital signature. Sehingga nantinya berkas-berkas akan beliau tanda tangani dimanapun beliau berada, yang berupa QR Code.

“Dalam bayangan saya balai desa ini nanti tidak lagi digunakan untuk pelayanan surat-menyurat lagi, itu sudah harus digital semua. Kalo ke balai ya kalo butuh untuk pertemuan saja” lanjut mas Abdus Salam.

Dilain sisi otak bisnis mas Abdus Salam berjalan, sistem smart village-nya nanti akan ditawarkan pada desa-desa lain untuk diaplikasikan dan mereka harus bayar lisensi serta perawatan yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Waru Barat. Cerdas.

Sejauh ini menurut pria yang sudah berwirausaha sejak sekolah itu sudah ada banyak desa yang tertarik dengan digitalisasi desanya tersebut. Semoga terwujud visinya mas, semoga mandiri desanya, semoga menular ke desa-desa lainnya, dan 2023 tercapai keinginannya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here