Pilih Mahasiswi Short Time Atau Part Time?

2
658
views
Nisa Desiana, Mahasiswi Saya Yang Tidak Hanya Cantik, Tapi Juga Ulet.

Malam tadi saya dichat mahasiswi. Dia nanya tentang keberadaan pak Dekan, untung saya tahu lokasi pak Dekan yang lagi di Bogor. Ya, bagi mahasiswa setiap pertanyaan apapun harusnya bisa dijawab oleh dosennya. Saya beruntung.

Nisa Desiana, mahasiswi cantik yang ngechat saya via Whatsapp. Saat itu dia didalam kereta perjalanan pulang ke Jombang. Dia beberapa kali ikut kelas saya, meskipun semester ini tidak. Karena semester ini saya tidak mengampu kuliah di prodinya.

Nisa ini duta kampus tahun ini, kami menyebutnya Queen. Yah, semacam puteri Indonesia begitu lah. Dia mahasiswi tahun ketiga yang juga akrab dengan saya.

Pertanyaannya berhasil saya jawab tidak menghentikannya untuk melancarkan pertanyaan lain. Pertanyaan berikutnya adalah “Bapak kapan nikah?”. Begitu seringnya saya dapat pertanyaan macam ini tentu saya sudah hafal jawabannya “Habis lebaran nak”. Nisa tersenyum sumringah, tertebak dari emote icon yang dia kirim disertai ucapan syukur. Jawaban saya berikutnya “Entah lebaran tahun berapa”. Nisa pun tampak kecewa, ternyata dia senang dengan jawaban saya akan segera menikah karena ingin mengajukan Bandnya untuk manggung di wedding saya. Tentunya tidak gratis.

Nama bandnya Keyboardist Plus. Nisa sebagai vokalisnya, sudah sering manggung di cafe-cafe, wedding dan sebagainya. Saya sih belum pernah melihat langsung dia menyanyi, kalau mendemonstrasikan tugas kuliahnya semester lalu sudah pernah. Tapi dari lampiran cuplikan suaranya yang dikirimkan ke saya mengingatkan saya pada suara penyanyi yang tahun lalu dipersunting pria keturunan Madura. Raisa.

Saya suka dengan mahasiswa seperti Nisa ini. Dia memanfaatkan waktu luang dan hobinya untuk menghasilkan rupiah. Bahasanya mahasiswa kerja part time. Kalau saya disuruh milih mahasiswi tentu saya lebih milih mahasiswi yang kerja part time daripada mahasiswi yang kerja short time. Tau lah ya yang short time itu konotasinya apa.

Generasi mahasiswi milenial seperti Nisa ini harus kreatif memang. Mereka punya banyak waktu dan sumber daya yang begitu luas untuk kemudian dikonversi menjadi nilai tambah bahkan rupiah. Industri kreatif ini yang selama ini membantu perekonomian negara kita.

Tidak hanya menyanyi yang dilakukan Nisa untuk mengais rupiah, beberapa bulan lalu dia meminta saya untuk mempromosikan akun jualan online miliknya di akun sosmed saya. @qiannabeauty akun instagramnya.

Dia menjual makeup lansiran negerinya Lee Minn Ho, Korea. Jeli, saat beberapa orang menjual produk-produk makeup China dia Memilih menjual produk makeup dari Korea, yang lebih terkenal artis-artis cantiknya. Dan lagi digandrungi anak muda drama dan filmnya.

Seandainya lebih banyak mahasiswi yang berusaha seperti dia, mungkin saya tidak perlu mengampu mata kuliah kewirausahaan. Karena sudah sadar bahwa berwirausaha itu bukan lagi alternatif, tapi sudah menjadi pilihan.

Nisa, kamu beruntung nak hidup di generasi milenial ini. Kamu punya banyak peluang, punya banyak sumber daya untuk meraih kesuksesan.

By the way tentang tawaran manggung di hari pernikahan saya, kita diskusikan dan tawar menawar fee-nya kalau saya sudah dapat calon mempelainya.

2 COMMENTS

  1. mangkin nisa gak bakalan manggung di pesta pernikahanmu bang,
    masak calon mampelainya juga disuruh manggung, cari band lain aja bang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here