Cinta Setengah Halaman

0
507
views

Kita pernah sepakat menulis kisah bersama. Ditengah halaman kau pergi enggan menyelesaikan. Aku terus melanjutkan dengan skenario yang berantakan. Kertasnya mulai lusuh, banyak coretan atas kesalahan yang aku lakukan. Terdapat juga bercak air yang mengaburkan tulisan. Ya, itu air mataku yang tanpa sengaja mungkin jatuh disitu.

Semula kita pemeran utama dalam cerita. Aku harus mengubahnya demi tuntutan peran. Sesekali aku mengubah sosokku menjadi tegar agar yang membaca kelak tak ikut meneteskan air mata.

Saat ingin memulai, dulu kita sepakat ini tulisan bergenre romantis. Sepeninggalmu mendadak menjadi melankolis.

Sampai saat ini aku masih menulis, sesekali tersenyum. Kadang, ingatanku mundur mengingat kenangan-kenangan yang dulu teramat manis. Aku belum memutuskan untuk memuat kenangan itu dalam halaman berikutnya.

Kelak, kalau tulisan ini sudah usai. Akan kuberi waktu kau membacanya. Sebagai pemeran meskipun setengah halaman.

Ada dua kemungkinan, pertama kau tersenyum pernah memulai kisah ini. Yang kedua kau ikut meneteskan air mata membaca bagaimana aku melanjutkan halaman demi halaman sendirian. Dan semoga tidak diiringi dengan penyesalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here