Kenapa kamu gigih memperjuangkan dosen tetap non PNS?

8
3408
views

Banyak yang bertanya pada saya “Kenapa kamu gigih memperjuangkan dosen tetap non PNS?”. Tentu saya lebih mengapresiasi pertanyaan seperti ini daripada judgement bahwa saya mempunyai kepentingan pribadi.

Dengan pertanyaan seperti itu saya tidak bisa menjawab diplomatis, karena apa yang saya perjuangkan memang bukan sebatas diplomatis, lebih tepatnya saya menyebut idealis-realistis. Saya menjawab dengan data dengan dibumbui sedikit analisis versi saya. Tentu, analisis saya bisa tidak sepenuhnya benar.

Saat ini ada sekitar 107 orang dosen kontrak di kampus tempat saya bernaung. Tersebar dibeberapa fakultas dengan jumlah sebaran yang variatif. Dari 107 orang dosen tersebut saya yakin seyakin-yakinnya menginginkan jadi PNS. Ada yang tidak? Saya tidak tau, sepertinya tidak ada. Lebih tepatnya bukan status PNS-nya, saya rasa lebih kepada value yang terkandung pada status tersebut.

Dari 107 orang dosen tersebut rata-rata berumur antara 27-30 tahun. Sedangkan batasan umur untuk jadi PNS adalah umur 35 tahun. Artinya kalau mereka berumur 30 tahun, mereka punya waktu setidaknya 5 tahun kebelakang, itupun dengan catatan ada seleksi CPNS. Formasi seleksi CPNS kita tahu tidak setiap tahun ada, kalaupun ada setiap tahun formasi yang dibutuhkan hanya puluhan orang saja. Kira-kira butuh waktu berapa tahun dari 107 untuk jadi CPNS? Tahu kan? Hal tersebut belum lagi dihadapkan dengan probabilitas diterima atau tidak, lulus atau tidak. Karena sifatnya CPNS itu umum maka 107 orang ini harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pelamar lain. Syukur-syukur kalau dari 107 orang ini ada yang lulus, kalau yang lulus dari luar (107 orang)? Akan bertambah lagi panjang antriannya, dan tentu umurnya turut bertambah, yang artinya probabilitasnya semakin kecil.

Sekali lagi, yang terpenting bukanlah statusnya. Tapi value yang ikut serta dalam status tersebut. Value itu adalah hak dan kewajiban seorang dosen, yakni melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, jabatan fungsional, kesempatan tugas belajar dan masih banyak lagi.

Kondisi saat ini dosen kontrak dianggap sebagai pekerja paruh waktu dengan beban hanya sebagai TENAGA PENGAJAR. Bahkan terdaftar sebagai dosen saja di FORLAP DIKTI tidak! Boro-boro melakukan penelitian dan mengajukan jabatan fungsional.

Hal tersebutlah yang membuat saya gigih terus memperjuangkan dosen tetap non PNS, karena dengan begitu kami mendapatkan value meskipun tidak dengan status PNS. Setidak-tidaknya meskipun tetap dengan ikatan kerja “Dosen Kontrak” kami terdaftar sebagai dosen di DIKTI yang dibuktikan dengan NIDN ataupun NIDK.

Terkait payung hukum untuk pendaftaran dosen ke FORLAP DIKTI tentu sudah ada payung hukum yang memungkinkan dosen dengan perjanjian kerja (Dosen Kontrak) untuk didaftarkan, salah satunya adalah Permenristekdikti no 2 tahun 2016.

Sampai kapan saya memperjuangkan ini? Saya tidak tahu, sampai saya lelah mungkin. Untuk siapa? Tentu bukan hanya untuk saya, tapi untuk semua dosen yang mengalami nasib yang sama dengan saya. Salah jika ada yang beranggapan bahwa apa yang saya lakukan hanya sebatas “Serangan” terhadap pimpinan di kampus, lebih-lebih kalau hanya untuk kepentingan pribadi saya. Karena kalaupun ada mekanisme pengangkatan dosen tetap boleh jadi saya tidak memenuhi kualifikasi. Anggap saja misalnya kampus memberikan syarat minimal 2 tahun mengabdi di kampus, maka tidak lolos lah saya. Tapi karena ini bukan hanya untuk saya tapi juga untuk kemajuan kampus saya, insyaallah akan terus berlanjut dan semoga saya belum lelah. ?

8 COMMENTS

  1. Ingin mendpatkan hak2 saja, mendpat NIDN, berksmpatan me gikuti beasiswa yg dr kemenristdikti, dan bisa urus jabfung, bisa itu didpatkan gk pak kalo status dosen non pns, ?

    • Dosen tetap non PNS sama halnya dengan pegawai tetap tapi bukan PNS. dari segi hak hampir sama. hanya saja dosen tetap tidak mendapat pensiunan layaknya dosen PNS. kalo sudah tetap nanti akan bisa didaftarkan nomor induk dosen nasional (NIDN) bisa melakukan penelitian, data akan terdaftar di PDPT Dikti

  2. Dosen tetap non pns PTN memang harapan dan solusi utk dosen yang telah melewati usia 35 tahun. Sy jga sdh 33 mau 34.
    Kira2 kalau sdh dosen tetap non pns PTN, apakah ada kemungkinan utk diberhentikan jika rasio dosen dan mahasiswa melebihi nisbah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here